SEKILAS INFO
19-01-2026
  • 1 Bulan Yang Lalu / MAN 1 TERNATE GELAR ASESMEN SUMATIF AKHIR SEMESTER GANJIL BERBASIS ANDROID
  • 2 Bulan Yang Lalu / KAKANWIL KEMENAG MALUT BUKA TKA MAN 1 TERNATE
  • 3 Bulan Yang Lalu / SISWA MAN 1 TERNATE IKUT FINAL OESN 2025
25
Nov 2023
0

Memperingati Hari Guru Nasional Tahun ini tepatnya tanggal 25 November 2023, merupakan hari yang sangat monumental dan sakral. Hari Guru Nasional ini selalu dirayakan secara bersama bagi para guru maupun siswa diseluruh Indonesia. Peringatan hari guru ini bukan hanya ajang kegiatan seremonial semata. Tetapi kita semua harus menyikapinya dengan merefleksikan kembali bahwa guru merupakan ujung tombak pendidikan Indonesia. Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-78 tahun 2023 ini, oleh Kementerian Agama  mengusung tema “Guru Pembelajar Bahagia Mengajar”.Untuk menjawab tema ini maka sangatlah penting melakukan  diskursus kembali tentang bagaimana peran guru madrasah dalam merdeka belajar.  Tulisan ini sebagai pemantik sekaligus refleksi buat para Guru Madrasah Indonesia yang selalu tampil terbaik menjadi role model  dalam implementasi merdeka belajar. Esensi merdeka belajar adalah kebebasan guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Kebebasan ini tidak dialami guru dan siswa selama ini karena guru lebih mengerjakan adminstrasi pendidikan dan pembelajaran.  Merdeka belajar yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran memiliki makna dan implikasi baik bagi guru maupun bagi siswa.

Merujuk pada beberapa literatur dapat dikemukakan makna merdeka belajar dalam proses pembelajaran yaitu merdeka berpikir, merdeka berinovasi, merdeka belajar mandiri dan kreatif (Lao & Hendrik, 2020), merdeka untuk kebahagiaan (Lie, 2020). Pemaknaan pemantik ini dapat dijelaskan sebagai berikut.  Pertama, merdeka berpikir: Moesly dalam Saleh (2020) menyataan bahwa merdeka adalah kondisi pikiran. Pikiran akan mampu memahami makna kemerdekaan dan mengkoneksikan dalam kegiatan yang memerdekakan. Jika guru memahami konsep merdeka belajar dengan tepat maka guru akan tepat pula melaksanakannya. Konsep merdeka berpikir dapat diimplementasikan guru dengan menjadi teman belajar bagi siswa. Guru sebagai teman belajar siswa mendesain pembelajaran yang menyenangkan agar siswa memiliki kesadaran diri dan merdeka dalam menentukan pilihan-pilihan belajarnya (Mahendra, 2020). Kemerdekaasn berpikir siswa dapat berkembang dalam pendidikan yang bersifat demokratis dimana siswa mendapat kebebasan dan kemerdekaan belajar baik menyangkut materi maupun strategi dan media pembelajaran (Mustaghfiroh, 2020). Secara hakiki merdeka belajar adalah merdeka berpikir, dimana guru lebih dulu memiliki kemerdekaan berpikir untuk bisa memerdekakan siswa melalui kegiatan pembelajaran (Sherly et al., 2020). Dengan demikian siswa merdeka dalam belajat jika guru merdeka dalam mengajar. Kedua, merdeka berinovasi: Makna lain yang terkandung dalam konsep merdeka belajar adalah kemerdekaan dalam berinovasi. Para ahli pendidikan atau psikologi memiliki persepsinya tentang inovasi namun sebenarnya mengandug makna yang sama. Misalnya, Richard Lyons dalam Garavaglia (2016) mendeskripsikan inovasi sebagai pemikiran segar yang menciptakan nilai (fresh thinking that creates value). Penciptaan nilai sangat penting dalam pendidikan nilai yang diciptakan merupakan perbedaan antara keadaan sebelumnya dan keadaan akhir yang dihasilkan sebagai hasil dari proses pendidikan. Ketiga, merdeka belajar mandiri dan kreatif: Ada istilah-istilah yang pengertiannya hampir sama dengan konsep belajar mandiri seperti independent learning, autonomous learning, dan self-directed learning (Chaeruman, 2018). Knowles dalam Fisher et al (2001) mendefinisikan belajar mandiri sebagai suatu proses di mana siswa berinisiatif, dengan atau tanpa bantuan orang lain mendiagnosis kebutuhan belajar mereka, merumuskan tujuan belajar, mengidentifikasi siwa dan materi belajar, memilih dan menggunakan strategi atau metode belajar yang tepat, serta mengevaluasi hasil belajarnya. Keempat, Merdeka belajar untuk Kebahagiaan: Kebijakan merdeka belajar merupakan sebuah program untuk menciptakan iklim belajar menyenangkan, suasana bahagia bagi siswa maupun guru. Konsep merdeka belajar membuat siswa mencapai kebahagiaan yang terletak pada penggunaan kebebasan yang memerdekakan dirinya sendiri dan membawa berkah bagi sesamanya.

Merdeka belajar adalah kemerdekaan berpikir dimana esensi kemerdekaan berpikir ini harus ada di guru terlebih dahulu. Penerapan kebijakan merdeka belajar menguatkan berbagai peran guru dalam proses pembelajaran. Guru tidak dapat memainkan hanyak satu peran melainkan berbagai peran dijalankan oleh guru baik dalam mendesain pembelajaran maupun dalam melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran untuk membantu siswa mencapai kompetensi yang diharapkanSalah satu peran guru adalah melaksanakan inovasi pembelajaran untuk menjawab kebutuhan siswa dan menciptakan iklim pembelajaran yang memerdekakan. Inovasi pembelajaran diharapkan mampu membantu siswa untuk merdeka berpikir, merdeka berinovasi, belajar mandiri dan kreatif, merdeka belajar untuk kebahagiaan. Beberapa usaha yang dilakukan oleh guru dalam mengembangkan kemampuan inovasi siswa adalah pembelajaran dilaksanakan dengan pengalaman nyata, kontens pembelajaran didesain sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa, penilaian hasil belajar siswa dilaksanakan secara formatif sebagai diagnosis terhadap belajar sepanjang hayat, guru berfungsi sebagai fasilitator yang mendorong kebebasan dan keanekaragaman persepsi untuk memperkaya pengetahuan siswa. Implementasi kebijakan merdeka belajar mendorong peran guru baik dalam pengembangan kurikulum maupun dalam proses pembelajaran. Selain sebagai salah satu sumber belajar, dalam merdeka belajar guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran yang didukung oleh kompetensi professional, pedagogik, kepribadian, dan sosial. dengan kopetensi-kompetansi tersebut guru dapat mewujudkan pelajsanaan dan tujuan implementasi kebijakan merdeka belajar.

Sebagai upaya peran guru madrasah dalam merdeka belajar maka diperlukan  guru madrasah yang inovatif dengan  melakukan pembaharuan dalam merespons perubahan lingkungan, memiliki kemampuan mengembangkan ide-ide baru untuk meningkatkan lembaganya, sehingga adaptif terhadap perubahan perkembanyan zaman. Guru Madrasah yang inovatif, mampu mewujudkan tujuan pendidikan dan mengasah kompetensi peserta didik, sesuai dengan kebutuhan hidup secara efektif. Guru Madrasah inovatif selalu melakukan pembaharuan materi, strategi, pendekatan dan model-model sebagai inovasi dalam proses pembelajaran. Sehingga mutu lulusan yang diharapkan memiliki daya saing untuk beradaptasi terhadap setiap perubahan dan mampu menggali ide yang diterima masyarakat luas dalam konteks persaingan yang semakin ketat. Dengan demikian Guru madrasah inovatif adalah madrasah yang melakukan pendekatan terhadap dunia pendidikan dari perspektif yang baru, sehingga madrasah inovatif akan selalu memberi kebebasan peserta didik untuk berkreasi, mengekspresikan perasaan dan kemampuannya, mampu memenuhi kebutuhan peserta didik terhadap lingkungan, dengan menerapkan kurikulum berbasis kompetensi dan mengembangkan peserta didik pada seluruh aspek kepribadiannya, sehingga menghasilkan lulusan yang berkualitas, merdeka dan Bahagia dalam kelangsungan hidupnya.

 Selamat Hari Guru Nasional ke-78 2023 semoga menjadi guru madrasah yang  profesional, kompeten, kreatif dan inovatif  untuk menjadi pembelajar yang merdeka dan bahagia mengajar. “Guru Merdeka mengajar dan Siswa merdeka belajar”. (by. Lukman).

                                                  

                                                       

Januari 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031